Skip to main content

follow us

Bissmillah, alhamdulillah was sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Bagaimana cara melindungi diri  dari jin setan? Bagaimana membedakan antara ular sawah, ular setan, dan ular jin muslim? Bolehkan membunuh jin dan setan? Lalu apa akibatnya jika kita asal saja membunuh ular tersebut? Apakah bisa jin menampakan dirinya? Bagaimana mengusir ular yang ada di rumah kita? Nah, semua pertanyaan diatas akan kita dapatkan jawabannya pada artikel berikut ini.


Semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua serta mengampuni dosa-dosa kami dan anda.

Salah satu cara melindungi dan membentengi diri dari keburukan setan yang terkutuk adalah hal berikut ini,

Berilah Ultimatum kepada Jin Sepanjang Tiga Hari


Suatu hari Abu as-Sa'ib bertamu ke rumah Abu Sa'id al-Khudri, dan ia mendapatinya sedang melaksanakan shalat. Tetiba saja ia mendengar sesuatu yang bergerak pada beberapa tandan kurma di pojokan rumah Abu Sa'id. Ia pun segera menoleh, oh, rupanya terdapat seekor ular disana. Dengan sigap ia melompat untuk menghabisi ular tersebut, namun Abu Sa'id yang masih dalam shalatnya berisyarat menyuruhnya duduk, maka ia pun duduk kembali.

Selesainya dari menunaikan shalat, Abu Sa'id menunjukinya sebuah rumah seraya berkata, "Lihatkah rumah itu?" Ia menjawab, "Iya."

Abu Sa'id mengkisahkan bahwasannya dahulu di sana terdapat pemuda yang baru saja menikahi seorang wanita. Pada suatu saat ia pergi ke Khandaq bersama Rasulullah. Waktu siang harinya pemuda itu meminta izin untuk menemui istrinya di rumah, maka Rasulullah pun mengizinkannya untuk sehari saja. Rasul berkata, "Bawa senjatamu, aku mengkhawatirkan Bani Quraidzah melakukan keburukan untukmu."

Berangkatlah pemuda ini ke rumahnya, ternyata di pertengahan jalan ia menemukan istrinya sedang berdiri diantara dua pintu. Cemburulah pemuda tersebut, kemudian menyiapkan tombak untuk menikamnya. Lalu sang istri berkata, "Tahan tombakmu, sampai engkau melihat apa yang terjadi di dalam rumahmu."

Saat pemuda tersebut memasuki rumahnya ia mendapati seekor ular sedang melingkar di atas kasurnya. Dengan cepat ia arahkan tombak tadi ke ular tersebut dan menusuknya lalu keluar dan menancapkannya di sekitar rumah. Mengamuklah ular tersebut di mata tombak sampai pemuda itu tersungkur tewas meninggalkan istrinya yang tercinta. Entahlah siapa yang lebih dahulu mati antara keduanya.

Singkatnya, diadukanlah perihal tersebut kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda:

"Sesungguhnya di Madinah ada sekumpulan jin yang telah menyatakan keislaman. Karenanya, jika kalian melihat sesuatu darinya, maka berilah peringangatan sepanjang tiga hari lamanya kepada mereka; apabila kalian masih melihatnya, maka bunuhlah! Karena sesungguhnya ia itu adalah setan."[1]

Membedakan Ular Jin Muslim, Setan, dan Ular Hewan


Para ulama berkata, maksudnya adalah apabila anda mendapatkan ular di rumah maka usirlah dia dengan cara memberi peringatan. Jika setelah diusir ternyata tidak mau keluar juga maka anda dapat mengetahui bahwa ular tersebut bukanlah dari jenis binatang atau bukan dari kelompok jin muslim, melainkan ia adalah setan.

Jika demikian maka bunuhlah ular tersebut dan Allah tidak akan memberikan ular tersebut jalan untuk mengalahkan anda, berbeda halnya dengan ular dari hewan dan jin muslim, wallahua'lam.

Demikian penjelasan hadits diatas menurut Imam an-Nawawi.

Jangan Sembarang Membunuh Jin


Karena membunuh manusia tanpa haq tidak dibenarkan, maka begitu juga dengan membunuh jin tanpa haq, ini adalah kezhaliman dan tidak halal bagi anda untuk melakukannya. Bukankah Allah telah berfirman,

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ

'Jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil kepada mereka. Berbuat adillah! Karena berbuat adil lebih dekat dengan takwa.' (al-Maidah: 8)

Demikian menurut Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam menjelaskan hadits diatas. [2]

Saat anda sedang meruqyah, berikanlah ultimatum terlebih dahulu kepada jin yang mengganggu tubuh pasien, kemudian ajaklah dia masuk islam, dakwah-kan jin tersebut dengan sabar dan sebisa mungkin untuk tidak membunuhnya. Suruh dia keluar dari tubuh pasien dengan paksa tanpa harus membunuhnya. Kecuali jika dalam keadaan sangat darurat.

Kemampuan Jin dalam Menampakan Diri


Jin dapat menampakan diri dan ini nyata. Baik itu menampakan dalam bentuk jelmaan manusia ataupun binatang ternak. Jin memiliki kemampuan menampakan diri dalam bentuk unta, kambing, sapi, kuda, dan hewan lainnya. Juga dalam bentuk burung atau unggas. Sebagaimana yang dipaparkan Ibnu Taimiyyah dalam menjelaskan hadits tersebut.

Setan pernah mendatangi orang-orang quraisy dalam bentuk Suraqah bin Malik ketika mereka hendak pergi ke Badr. Allah berfirman,

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Dan ingatlah tatkala setan menjadikan mereka memandang baik amal-amal mereka lalu mengatakan, 'tidak ada yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini dan sungguh saya ini pelindung bagimu. Maka ketika kedua pasukan saling berhadapan, setan itu malah mundur kemudian berkata, 'Sungguh saya berlepas diri dari kalian; sesungguhnya saya bisa melihat apa yang kalian tak melihatnya; dan saya takut sama Allah.' Dan Allah sangatlah keras siksanya." (al-Anfal: 48).

Diriwayatkan bahwasannya setan pernah menampakan dirinya juga, lalu mendatangi mereka, namun dalam rupa seorang kakek dari Nejed yang waktu itu mereka sedang berkumpul di Dar an-Nadwah dalam rangka menyepakati apakah Rosulullah harus mereka bunuh atau ditahan saja ataukah mengusirnya? Sebagaimana Allah berfirman,

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

"Dan ingatlah ketika orang kafir quraisy membuat makar untuk memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka melakukan makar dan Allah menggagalkan makar tersebut. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."

Terkadang ular yang berada di rumah-rumah adalah jin, jika demikian maka berikanlah peringatan selama tiga hari, jika pergi maka biarkanlah ular tersebut hidup bebas, namun jika tidak pergi juga maka bunuhlah.

Kalaulah ternyata ular itu adalah ular hewan, maka secara syariat diperintahkan untuk dibunuh, dan jika ternyata ular tersebut merupakan jelmaan dari jin yang sedang membandel dan keras kepala menganggu dan tidak mau meninggalkan rumah kita, maka bunuhlah. Karena sesuatu yang mengganggu (ash-Sha`il) boleh dihalau dengan apa saja asalkan bisa menolak mudharatnya, meskipun jalan satu-satunya ya membunuh itu.

Adapun membunuh mereka, para jin, dengan tanpa haq dan tanpa sebab yang melegalkan itu maka tidak diperbolehkan.

Alhamdulillah.



Selesai disusun, Cirebon 2/5/2018, Senin siang

Oleh: Ibnu Said Harits Bassam

Artikel Wikidakwah.com

-----------------
[1]. درجة الحديث: صحيح
الراوي: أبو السائب الأنصاري المدني مولى هشام بن زهرة
المحدث: مسلم في صحيح مسلم - 2236
شرح الحديث
[2]. Majmu al-Fatawa, 19/44-45
[h2 ke 4]. Faedah dari Majmu al-Fatawa, 19/44-45
[]. Disarikan dari kitab أوضح البيان في علاج المس والسحر وإيذاء الجان

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar